Remaja, EkspresikanHak mu!

Jakarta: Di pagi hari Minggu, 8 September 2013 area Bundaran HI diramaikan oleh aksi damai menyuarakan hak kesehatan remaja dalam rangka memperingati Hari kesehatan Seksual Sedunia yang di galang oleh Aliansi Satu Visi (ASV) dan Ardhanary Institute (AI). Aliansi Satu Visi adalah Organisasi-organisasi yang memastikan terpenuhinya Hak-hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi Remaja, Perempuan, Kelompok-kelompok yang mengalami ketidakadilan di Indonesia , dan Ardhanary Institute adalah organisasi lokal yang melindungi hak hak dan pilihan seksual LBT (lesbian, biseksual, transgender). Selain  ASV dan AI, tampak juga siswa-siswi tingkat SMU dan kalangan umum lainnya yang ikut meramaikan aksi bertemakan ‘XPRESIKAN HAKMU’ ini.

“Tujuan diadakannya aksi ini adalah untuk mengkampanyekan kemasyarakat dan Negara mengenai isu-isu kesehatan reproduksi dan seksual terutama remaja. Sebagian masyarakat mengira kampanye kami hanya menyampaikan tentang cara berhubungan seksual yang aman saja, padahal tidak hanya itu, kami mengkampanyekan pendidikan seksual yang meliputi pengenalan bagian-bagian tubuh, pubertas, mengenali apa itu laki laki dan perempuan termasuk seksual orientasi dan jender identitas (SOGI).” ujar Enny, pengurus Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung.

Pemerintah/Negara selama ini sudah menjalankan tugasnya dalam pelayanan kesehatan peduli remaja yang disediakan di puskesmas di seluruh Indonesia, seperti peningkatan dana kesehatan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu bagi peserta program Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) berupa rawat jalan dan rawat inap, dan ada juga program jaminan persalinan (Jampersal) yang menjamin biaya pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB pasca persalinan. Namun fakta risiko reproduksi dan seksual remaja terus meningkat. Risiko – risiko itu diantaranya, Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD), anemia, aborsi tidak aman, kekerasans eksual, Infeksi Menular Seksual (IMS), Kanker Mulut Rahim, dan HIV-AIDS.  Risiko tersebut dikarenakan tidak adanya pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual dan juga pelayanan kesehatan yang tidak ramah remaja seperti jam layanan yang terbatas, tempat layanan yang belum nyaman dan menjamin privasi, sikap petugas yang kurang ramah terhadap kelompok tertentu (remaja jalanan, LGBT,  Difabel), dan biaya pemeriksaan yang mahal bagi remaja.

Aksi yang berjalan aman dan sukses ini juga menampilkan parade kostum yang unik dan tari-tarian penyemangat yang sesuai dengan jiwa semangat dan kreatif para remaja. Selamat Hari Kesehatan Seksual Sedunia, Ayo Expresikan Hakmu! (RSD/FP)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *