Stop Bunuh diri, Mari Hidup Bahagia

ww2Setiap tanggal 10 September dunia memperingati hari pencegahan bunuh diri. Di Jakarta, tepatnya di Sekolah tinggi Teologi (STT) telah mengadakan peringatan serupa pada 7 September 2013. Pada acara peringatan tersebut terungkap fakta tentang bunuh diri dan kaitannya dengan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender).

Bunuh diri tidak mengenal usia, Jenis kelamin, orientasi seksual, pendidikan, strata sosial, ras dan warna kulit. Bunuh diri bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Namun data mencatat kasus bunuh diri di Amerika Serikat (AS) pada 2006 hampir 33.000 orang dan 30% diantaranya adalah remaja homoseksual. Di AS tercatat bahwa bunuh diri merupakan penyebab tertinggi kematian remaja LGBT, pada kenyataannya masih banyak lagi kasus-kasus bunuh diri LGBT yang tidak tercatat dan teridentifikasi di AS. Lalu bagaimana dengan kasus-kasus bunuh diri LGBT di Indonesia? Sayangnya data bunuh diri di Indonesia belum pernah ada secara nasional.

Berdasarkan data statistik Norman Wright, penyebab bunuh diri disebabkan oleh depresi (40%), gangguan mental (25%), alasan tidak jelas (10%), alasan lainnya seperti balas dendam, agama dan lainnya (25%). Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh dokter Gary Remafedi, menunjukkan bahwa kaum LGBT lebih rentan mengalami depresi, keinginan bunuh diri, adiksi narkoba serta seks tidak aman dibandingkan dengan kaum heteroseksual. Semua hal ini disebabkan oleh stigma berat yang ditempelkan masyarakat pada kaum LGBT yang menyebabkan timbulnya perilaku-perilaku destruktif yang telah disebutkan di atas sebagai pelarian dari kenyataan kelam yang harus dihadapi dalam keseharian mereka. Manusia tidaklah dilahirkan dengan rasa malu, hampa ataupun tidak berharga. Tiga hal ini merupakan pengaruh lingkungan, bukan sifat dasar manusia. Untuk pencegahan terjadinya kasus bunuh diri yang lebih banyak, mari kita sama-sama lebih meningkatkan kesadaran & sensitivitas kita terhadap sesama untuk menggapai hidup bahagia (RSD/FP).






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *