Erwin Arnada: Saya bukan pahlawan dan bukan korban

Sejak 26 Juni 2011 Erwin Arnada, mantan pemimpin redaksi majalah Playboy, bebas. Ini setelah Mahkamah Agung kabulkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas kasus yang menimpa dirinya. Dalam amar putusannya, MA mengatakan bahwa Jaksa Penuntut dalam kasus ini keliru karena tidak memasukkan UU Pokok Pers dalam dakwaan (lex spesialis).

Bangga dengan Mahkamah Agung yang miliki semangat kebebasan pers. Selain itu, bangga juga karena ternyata salah satu komunitas penulis yang pertama kali dikunjungi Erwin setelah bebas adalah komunitas PANTAU! Malam itu, Senin, 25 Juli 2011, pukul 7, beberapa teman berkumpul di kantor PANTAU untuk diskusi dengan Erwin Arnada. Ia memulai paparannya dengan katakan,”Saya punya kedekatan emosional dengan PANTAU. Karena konsep majalah Playboy memang jurnalisme [sastrawi] yang sidestream dengan kemasan Playboy yang mainstream.”

“Saya bukan pahlawan dan juga bukan korban. Saya hanya sebuah versi sejarah,” ujar pria berkemeja bludru hitam ini. Walau demikian bagi saya Erwin adalah seorang pemberani untuk pertahankan prinsip dan menjalankan konsekuensi atas pilihannya. Ketika ditanya perubahan apa yang terjadi pada dirinya setelah jalankan proses peradilan ini semua, ia menjawab, “Saya jadi lebih berhitung dengan risiko. Itu sebabnya saya putuskan untuk tidak lagi terbitkan PlayBoy. Karena akan menyusahkan banyak orang. Ya pegawai, keluarga, semua jadi terpengaruh. Saya diam saja setelah putusan bebas, MA didemo. Apalagi kalau saya banyak bicara dan terbitkan kembali Playboy.”

Sejak kejadian ini Erwin juga bertekad untuk bangun inisiatif CPJ atau Community Protect Journalist. “Wartawan masih rentan sampai saat ini. Lihat saja kasus jurnalis Sun TV Ridwan Salamun tewas saat meliput bentrokan antarwarga di Tual, Maluku dan jurnalis Radar Bali Anak Agung Gede Prabangsa yang dibunuh adik Bupati Bangli karena kerja jurnalistiknya tentang dugaan penyimpangan dalam proyek di Dinas Pendidikan Bangli. Itu sebabnya saya ingin bangun CPJ.” (Firli)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *